Prosedur Instalasi Wireless LAN

Peralatan

  1. Kompas dan peta topografi

  2. Penggaris dan busur derajat

  3. Pensil, penghapus, alat tulis

  4. GPS, altimeter, klinometer

  5. Kaca pantul dan teropong

  6. Radio komunikasi (HT)

  7. Orinoco PC Card, pigtail dan PCI / ISA adapter

  8. Multimeter, SWR, cable tester, solder, timah, tang potong kabel

  9. Peralatan panjat, harness, carabiner, webbing, cows tail, pulley

  10. Kunci pas, kunci ring, kunci inggris, tang (potong, buaya, jepit), obeng set, tie rap, isolator gel, TBA, unibell

  11. Kabel power roll, kabel UTP straight dan cross, crimping tools, konektor RJ45

  12. Software AP Manager, Orinoco Client, driver dan AP Utility Planet, firmware dan operating system (NT, W2K, W98 / ME, Linux, FreeBSD + utilitynya)

Survey Lokasi

  1. Tentukan koordinat letak kedudukan station, jarak udara terhadap BTS dengan GPS dan kompas pada peta

  2. Perhatikan dan tandai titik potensial penghalang (obstructure) sepanjang path

  3. Hitung SOM, path dan acessories loss, EIRP, freznel zone, ketinggian antena

  4. Perhatikan posisi terhadap station lain, kemungkinan potensi hidden station, over shoot dan test noise serta interferensi

  5. Tentukan posisi ideal tower, elevasi, panjang kabel dan alternatif seandainya ada kesulitan dalam instalasi

  6. Rencanakan sejumlah alternatif metode instalasi, pemindahan posisi dan alat

Pemasangan Konektor

  1. Kuliti kabel coaxial dengan penampang melintang, spesifikasi kabel minimum adalah RG 8 9913 dengan perhitungan losses 10 db setiap 30 m

  2. Hati-hati jangan sampai terjadi goresan berlebihan karena perambatan gelombang mikro adalah pada permukaan kabel

  3. Pasang konektor dengan cermat dan memperhatikan penuh masalah kerapian

  4. Solder pin ujung konektor dengan cermat dan rapi, pastikan tidak terjadi short

  5. Perhatikan urutan pemasangan pin dan kuncian sehingga dudukan kabel dan konektor tidak mudah bergeser

  6. Tutup permukaan konektor dengan aluminium foil untuk mencegah kebocoran dan interferensi, posisi harus menempel pada permukaan konektor

  7. Lapisi konektor dengan aluminium foil dan lapisi seluruh permukaan sambungan konektor dengan isolator TBA (biasa untuk pemasangan pipa saluran air atau kabel listrik instalasi rumah)

  8. Terakhir, tutup seluruh permukaan dengan isolator karet untuk mencegah air

  9. Untuk perawatan, ganti semua lapisan pelindung setiap 6 bulan sekali

  10. Konektor terbaik adalah model hexa tanpa solderan dan drat sehingga sedikit melukai permukaan kabel, yang dipasang dengan menggunakan crimping tools, disertai karet bakar sebagai pelindung pengganti isolator karet

Pembuatan POE

  1. Power over ethernet diperlukan untuk melakukan injeksi catu daya ke perangkat Wireless In A Box yang dipasang di atas tower, POE bermanfaat mengurangi kerugian power (losses) akibat penggunaan kabel dan konektor

  2. POE menggunakan 2 pair kabel UTP yang tidak terpakai, 1 pair untuk injeksi + (positif) power dan 1 pair untuk injeksi – (negatif) power, digunakan kabel pair (sepasang) untuk menghindari penurunan daya karena kabel loss

  3. Perhatikan bahwa permasalahan paling krusial dalam pembuatan POE adalah bagaimana cara mencegah terjadinya short, karena kabel dan konektor power penampangnya kecil dan mudah bergeser atau tertarik, tetesi dengan lilin atau isolator gel agar setiap titik sambungan terlindung dari short

  4. Sebelum digunakan uji terlebih dahulu semua sambungan dengan multimeter

Instalasi Antena

  1. Pasang pipa dengan metode stack minimum sampai ketinggian 1st freznel zone terlewati terhadap obstructure terdekat

  2. Perhatikan stabilitas dudukan pipa dan kawat strenght, pasang dudukan kaki untuk memanjat dan anker cows tail

  3. Cek semua sambungan kabel dan konektor termasuk penangkal petir bila ada

  4. Pasang antena dengan rapi dan benar, arahkan dengan menggunakan kompas dan GPS sesuai tempat kedudukan BTS di peta

  5. Pasang kabel dan rapikan sementara, jangan sampai berat kabel menjadi beban sambungan konektor dan mengganggu gerak pointing serta kedudukan antena

  6. Perhatikan dalam memasang kabel di tower / pipa, jangan ada posisi menekuk yang potensial menjadi akumulasi air hujan, bentuk sedemikian rupa sehingga air hujan bebas jatuh ke bawah

Instalasi Perangkat Radio

  1. Instal PC Card dan Orinoco dengan benar sampai dikenali oleh OS tanpa konflik dan pastikan semua driver serta utility dapat bekerja sempurna

  2. Instalasi pada OS W2K memerlukan driver terbaru dari web site dan ada di CD utility kopian, tidak diperlukan driver PCMCIA meskipun PNP W2K melakukannya justru deteksi ini menimbulkan konflik, hapus dirver ini dari Device Manager

  3. Instalasi pada NT memerlukan kecermatan alokasi alamat IO, IRQ dan DMA, pada BIOS lebih baik matikan semua device (COM, LPT dll.) dan peripheral (sound card, mpeg dll.) yang tidak diperlukan

  4. Semua prosedur ini bisa diselesaikan dalam waktu kurang dari 30 menit tidak termasuk instalasi OS, lebih dari waktu ini segera jalankan prosedur selanjutnya

  5. Apabila terus menerus terjadi kesulitan instalasi, untuk sementara demi efisiensi lakukan instalasi dibawah OS Win98 / ME yang lebih mudah dan sedikit masalah

  6. Pada instalasi perangkat radio jenis Wireless In A Box (Mtech, Planet, Micronet dlll.), terlebih dahulu lakukan update firmware dan utility

  7. Kemudian uji coba semua fungsi yang ada (AP, Inter Building, SAI Client, SAA2, SAA Ad Hoc dll.) termasuk bridging dan IP Addressing dengan menggunakan antena helical, pastikan semua fungsi berjalan baik dan stabil

  8. Pastikan bahwa perangkat Power Over Ethernet (POE) berjalan sempurna

Pengujian Noise

  1. Bila semua telah berjalan normal, install semua utility yang diperlukan dan mulai lakukan pengujian noise / interferensi, pergunakan setting default

  2. Tanpa antena perhatikan apakah ada signal strenght yang tertangkap dari station lain disekitarnya, bila ada dan mencapai good (sekitar 40 % – 60 %) atau bahkan lebih, maka dipastikan station tersebut beroperasi melebihi EIRP dan potensial menimbulkan gangguan bagi station yang sedang kita bangun, pertimbangkan untuk berunding dengan operator BTS / station eksisting tersebut

  3. Perhatikan berapa tingkat noise, bila mencapai lebih dari tingkat sensitifitas radio (biasanya adalah sekitar – 83 dbm, baca spesifikasi radio), misalnya – 100 dbm maka di titik station tersebut interferensinya cukup tinggi, tinggal apakah signal strenght yang diterima bisa melebihi noise

  4. Perhitungan standar signal strenght adalah 0 % – 40 % poor, 40 % – 60 % good, 60 % – 100 % excellent, apabila signal strenght yang diterima adalah 60 % akan tetapi noisenya mencapai 20 % maka kondisinya adalah poor connection (60 % – 20 % – 40 % poor), maka sedapat mungkin signal strenght harus mencapai 80 %

  5. Koneksi poor biasanya akan menghasilkan PER (packet error rate – bisa dilihat dari persentasi jumlah RTO dalam continous ping) diatas 3 % – 7 % (dilihat dari utility Planet maupun Wave Rider), good berkisar antara 1 % – 3 % dan excellent dibawah 1 %, PER antara BTS dan station client harus seimbang

  6. Perhitungan yang sama bisa dipergunakan untuk memperhatikan station lawan atau BTS kita, pada prinsipnya signal strenght, tingkat noise, PER harus imbang untuk mendapatkan stabilitas koneksi yang diharapkan

  7. Pertimbangkan alternatif skenario lain bila sejumlah permasalahan di atas tidak bisa diatasi, misalkan dengan memindahkan station ke tempat lain, memutar arah pointing ke BTS terdekat lainnya atau dengan metode 3 titik (repeater) dll.

Perakitan Antena

  1. Antena microwave jenis grid parabolic dan loop serta yagi perlu dirakit karena terdiri dari sejumlah komponen, berbeda dengan jenis patch panel, panel sector maupun omni directional

  2. Rakit antena sesuai petunjuk (manual) dan gambar konstruksi yang disertakan

  3. Kencangkan semua mur dan baut termasuk konektor dan terutama reflektor

  4. Perhatikan bahwa antena microwave sangat peka terhadap perubahan fokus, maka pada saat perakitan antena perhatikan sebaik-baiknya fokus reflektor terhadap horn (driven antena), sedikit perubahan fokus akan berakibat luas seperti misalnya perubahan gain (db) antena

  5. Beberapa tipe antena grid parabolic memiliki batang extender yang bisa merubah letak fokus reflektor terhadap horn sehingga bisa diset gain yang diperlukan

Pointing Antena

  1. Secara umum antena dipasang dengan polarisasi horizontal

  2. Arahkan antena sesuai arah yang ditunjukkan kompas dan GPS, arah ini kita anggap titik tengah arah (center beam)

  3. Geser antena dengan arah yang tetap ke kanan maupun ke kiri center beam, satu per satu pada setiap tahap dengan perhitungan tidak melebihi ½ spesifikasi beam width antena untuk setiap sisi (kiri atau kanan), misalkan antena 24 db, biasanya memiliki beam width 12 derajat maka, maksimum pergeseran ke arah kiri maupun kanan center beam adalah 6 derajat

  4. Beri tanda pada setiap perubahan arah dan tentukan skornya, penentuan arah terbaik dilakukan dengan cara mencari nilai average yang terbaik, parameter utama yang harus diperhatikan adalah signal strenght, noise dan stabilitas

  5. Karena kebanyakan perangkat radio Wireless In A Box tidak memiliki utility grafis untuk merepresentasikan signal strenght, noise dsb (kecuali statistik dan PER) maka agar lebih praktis, untuk pointing gunakan perangkat radio standar 802.11b yang memiliki utility grafis seperti Orinoco atau gunakan Wave Rider

  6. Selanjutnya bila diperlukan lakukan penyesuaian elevasi antena dengan klino meter sesuai sudut antena pada station lawan, hitung berdasarkan perhitungan kelengkungan bumi dan bandingkan dengan kontur pada peta topografi

  7. Ketika arah dan elevasi terbaik yang diperkirakan telah tercapai maka apabila diperlukan dapat dilakukan pembalikan polarisasi antena dari horizontal ke vertical untuk mempersempit beam width dan meningkatkan fokus transmisi, syaratnya kedua titik mempergunakan antena yang sama (grid parabolic) dan di kedua titik polarisasi antena harus sama (artinya di sisi lawan polarisasi antena juga harus dibalik menjadi vertical)

Pengujian Koneksi Radio

  1. Lakukan pengujian signal, mirip dengan pengujian noise, hanya saja pada saat ini antena dan kabel (termasuk POE) sudah dihubungkan ke perangkat radio

  2. Sesuaikan channel dan nama SSID (Network Name) dengan identitas BTS / AP tujuan, demikian juga enkripsinya, apabila dipergunakan otentikasi MAC Address maka di AP harus didefinisikan terlebih dahulu MAC Address station tersebut

  3. Bila menggunakan otentikasi Radius, pastikan setting telah sesuai dan cobalah terlebih dahulu mekanismenya sebelum dipasang

  4. Perhatikan bahwa kebanyakan perangkat radio adalah berfungsi sebagai bridge dan bekerja berdasarkan pengenalan MAC Address, sehingga IP Address yang didefinisikan berfungsi sebagai interface utility berdasarkan protokol SNMP saja, sehingga tidak perlu dimasukkan ke dalam tabel routing

  5. Tabel routing didefinisikan pada (PC) router dimana perangkat radio terpasang, untuk Wireless In A Box yang perangkatnya terpisah dari (PC) router, maka pada device yang menghadap ke perangkat radio masukkan pula 1 IP Address yang satu subnet dengan IP Address yang telah didefinisikan pada perangkat radio, agar utility yang dipasang di router dapat mengenali radio

  6. Lakukan continuos ping untuk menguji stabilitas koneksi dan mengetahui PER

  7. Bila telah stabil dan signal strenght minimum good (setelah diperhitungkan noise) maka lakukan uji troughput dengan melakukan koneksi FTP (dengan software FTP client) ke FTP server terdekat (idealnya di titik server BTS tujuan), pada kondisi ideal average troughput akan seimbang baik saat download maupun up load, maksimum troughput pada koneksi radio 1 mbps adalah sekitar 600 kbps dan per TCP connection dengan MTU maksimum 1500 bisa dicapai 40 kbps

  8. Selanjutnya gunakan software mass download manager yang mendukung TCP connection secara simultan (concurrent), lakukan koneksi ke FTP server terdekat dengan harapan maksimum troughput 5 kbps per TCP connection, maka dapat diaktifkan sekitar 120 session simultan (concurrent), asumsinya 5 x 120 = 600

  9. Atau dengan cara yang lebih sederhana, digunakan skala yang lebih kecil, 12 concurrent connection dengan trouhput per session 5 kbps, apa total troughput bisa mencapai 60 kbps (average) ? bila tercapai maka stabilitas koneksi sudah dapat dijamin berada pada level maksimum

  10. Pada setiap tingkat pembebanan yang dilakukan bertahap, perhatikan apakah RRT ping meningkat, angka mendekati sekitar 100 ms masih dianggap wajar

Advertisements

Vitamin dan Mineral untuk cegah depresi

Makanan yang kaya akan asam lemak omega-3, seperti kacang-kacangan serta minyak ikan misalnya ikan salmon, ikan tuna, trout, dan makarel, juga dinilai bermanfaat untuk mengurangi depresi.

Penelitian Dr. Andrew Stoll pada tahun 1999 menunjukkan bahwa pasien depresi yang mengonsumsi asam lemak omega-3-secara teratur akan memiliki tingkat depresi yang lebih rendah.

Dalam penelitian yang dipublikasi pada November 2002 dilaporkan bahwa pasien depresi yang tidak mempan obat, bisa sangat berkurang gejalanya setelah mendapat asupan omega-3. Joseph Hibbeln, seorang peneliti medis senior, menemukan bahwa penduduk Finlandia yang mengonsumsi ikan laut minimal dua kali seminggu mengalami penurunan risiko depresi sebesar 50 persen.

Makan nasi juga dapat mengurangi depresi. Karbohidrat memicu lepasnya hormon insulin ke aliran darah. Hormon itu membersihkan darah dari asam amino, kecuali triptofan yang merupakan cikal bakal serotonin.

Serotonin merupakan neurotransmitter yang mampu mengurangi rasa nyeri, mengendalikan selera makan, dan memberikan rasa tenang. Serotonin banyak terdapat pada cokelat, sehingga bagi penderita depresi, cokelat merupakan pilihan yang baik.

Seiring dengan meningkatnya tuntutan hidup, khususnya bagi mereka yang tinggal di kota besar, angka depresi setiap tahun cenderung meningkat. Tentunya kita masih ingat kejadian memilukan di Kota Malang, ketika seorang ibu tega membunuh anak-anaknya yang masih kecil dengan racun dan akhirnya bunuh diri akibat depresi karena himpitan ekonomi.

Faktor risiko yang dapat mendorong seseorang melakukan bunuh diri adalah gangguan jiwa, kondisi ekonomi, pendidikan, kesehatan yang buruk, peristiwa-peristiwa yang menyebabkan stres, dan depresi.

Depresi sebagai faktor risiko bunuh diri pun harus diwaspadai. Berbagai tekanan dalam kehidupan ini, dapat menjadi pemicu depresi. Dr. Suryo Dharmono, Sp.KJ, dari Departemen Psikiatri FKUI, pernah memaparkan bahwa depresi sering dipakai secara luas untuk menggambarkan suasana serba susah, penderitaan berkepanjangan, krisis kehidupan, keterpurukan sosial, dan berbagai situasi bernuansa muram lainnya.

Gangguan Tidur

Istilah depresi dalam ilmu kesehatan jiwa digunakan untuk menggambarkan suatu kondisi gangguan jiwa yang secara klinis tampil dalam bentuk suasana perasaan murung, kehilangan gairah hidup, lesu, pesimis atau putus asa, serta kehilangan rasa percaya diri, disertai berbagai keluhan fisik atau somatis, seperti berat badan turun, disfungsi seksual, dan gangguan tidur.

Depresi dapat menyebabkan gangguan tidur karena terganggunya efektivitas kerja melatonin, yaitu substansi kimiawi yang dihasilkan oleh kelenjar otak yang mengatur jam tidur seseorang. Melatonin juga bermanfaat sebagai antioksidan yang akan menangkal serangan radikal bebas. Stres menyebabkan antioksidan melatonin tidak dapat bekerja dengan baik. Tidak mengherankan, proses penuaan dini lebih cepat mendera orang depresi.

Depresi adalah gangguan jiwa yang paling lazim dijumpai di masyarakat. Prevalensinya cukup tinggi, berkisar 5-10 persen, kejadian pada perempuan dua kali lebih banyak daripada pria. Kelompok remaja dan usia lanjut lebih rentan menderita depresi.

Survei Badan Kesehatan Dunia (WHO) di 14 negara (1990) memperlihatkan bahwa depresi merupakan masalah kesehatan yang mengakibatkan beban sosial nomor empat terbesar di dunia. Prediksi WHO tentang penderita depresi penduduk dunia dalam dua dekade mendatang lebih dari 300 juta orang. Pada tahun 2020 depresi akan menempati masalah kesehatan nomor dua terbesar di dunia setelah penyakit kardiovaskular.

Berdasarkan fakta tersebut, depresi harus mendapatkan perhatian serius. Kita harus bisa membedakan orang yang mengalami depresi ringan dan berat. Dr. Irmansyah, Sp.KJ, dari Departemen Psikiatri FKUI menyatakan bahwa orang dengan depresi ringan masih tetap bisa bekerja.

Namun, jika orang tersebut menderita depresi berat, biasanya ia lebih senang mengurung diri, tidak bisa bekerja atau sekolah, tidak bisa makan, tidak melakukan aktivitas apa-apa, bahkan timbul gejala psikotik seperti suara-suara yang menjelekkan dirinya.

Bunuh diri dan depresi bahkan dapat dialami oleh anak-anak SD. Tuntutan sekolah yang demikian tinggi dan keluarga yang berantakan, seringkali menjadi pemicunya. Dari penelitian yang dilakukan terhadap 39.000 orang, ditemukan bahwa kemurungan, kelesuan yang melumpuhkan, rasa ditolak, keputusasaan, dan keinginan bunuh diri, belakangan ini dialami masyarakat pada rentang usia yang semakin muda.

Rekayasa Perangkat Lunak

1. REKAYASA
* berasal dari Bahasa Inggris (Engineering) atau biasa dikenal dengan nama teknik adalah penerapan ilmu dan teknologi untuk menyelesaikan permasalahan manusia. Hal ini diselesaikan lewat pengetahuan, matematika dan pengalaman praktis yang diterapkan untuk mendesain objek atau proses yang berguna.
* Penerapan kaidah – kaidah ilmu dalam pelaksanaan sesuatu.

2. PERANGKAT LUNAK
* berasal dari Bahasa Inggris (Software) atau sering disebut juga piranti lunak adalah program komputer yang berfungsi sebagai sarana interaksi antara pengguna dan perangkat keras. Perangkat lunak dapat juga dikatakan sebagai ‘penterjemah’ perintah-perintah yang dijalankan pengguna komputer untuk diteruskan ke atau diproses oleh perangkat keras.
* program komputer yang isi instruksinya dapat diubah dengan mudah. Perangkat lunak umumnya digunakan untuk mengontrol perangkat keras (yang sering disebut sebagai device driver), melakukan proses perhitungan, berinteraksi dengan perangkat lunak yang lebih mendasar lainnya (seperti sistem operasi dan bahasa pemrograman), dan lain-lain.
* Perangkat lunak tidak hanya mencakup program, tetapi juga semua dokumentasi dan konfigurasi data yang berhubungan, yang diperlukan untuk membuat agar program beroperasi dengan benar.

KLASIFIKASI PERANGKAT LUNAK
* PERANGKAT LUNAK SISTEM (SYSTEM SOFTWARE)
1. Perangkat Lunak Sistem Operasi (Operating System)
Perangkat Lunak Sistem Operasi (Operating System), yaitu program yang ditulis untuk mengendalikan dan mengkoordinasi operasi dari sistem komputer. Contoh : MS – DOS, Windows
2. Perangkat Lunak Sistem Bantuan (Utility)
Perangkat Lunak Sistem Bantuan (Utility), yaitu program yang ditulis untuk bantuan yang berhubungan dengan sistem komputer, misalnya memformat disk, menyalin disk dsb. Contoh : notepad
3. Perangkat Lunak Bahasa (Language Software)
Perangkat Lunak Bahasa (Language Software), yaitu program yang digunakan untuk menterjemahkan instruksi – instruksi yang ditulis dalam bahasa pemrograman ke dalam bahasa mesin supaya dapat dimengerti oleh komputer. Contoh : Basic, Pascal, Cobol dsb.

* PERANGKAT LUNAK APLIKASI (APPLICATION SOFTWARE)
1. Perangkat Lunak Aplikasi Tujuan Umum (General Purpose Application Software)
Perangkat Lunak Aplikasi Tujuan Umum (General Purpose Application Software), yaitu program yang ditulis untuk keperluan kebanyakan pemakai komputer secara umum. Contoh : MS – Word, Excel dsb
2. Perangkat Lunak Aplikasi Tujuan Khusus (Special Purpose Application Software)
Perangkat Lunak Aplikasi Tujuan Khusus (Special Purpose Application Software), yaitu program yang ditulis untuk keperluan khusus. Contoh : SPSS, DacEasyAccounting, Autocad, SEM, dsb.

3. REKAYASA PERANGKAT LUNAK (SOFTWARE ENGINEERING)
* satu bidang ilmu yang mendalami cara-cara pengembangan perangkat lunak termasuk manajemen pembuatan, pemeliharaan, pengembangan perangkat lunak dan sebagainya.
* Disiplin ilmu yang membahas semua aspek produksi perangkat lunak, mulai dari tahap awal spesifikasi sistem sampai pemeliharaan sistem setelah digunakan.

ISTILAH KUNCI
* “disiplin ilmu” –> Perekayasa membuat suatu alat bekerja dengan menerapkan teori, metode, dan alat bantu yang sesuai. Selain itu mereka menggunakannya dengan selektif dan selalu mencoba mencari solusi terhadap permasalahan.

* “semua aspek produksi perangkat lunak” –> RPL tidak hanya berhubungan dengan proses teknis dari pengembangan perangkat lunak, tetapi juga berhubungan dengan kegiatan seperti manajemen proyek perangkat lunak, pengembangan alat bantu, metode, dan teori untuk mendukung produksi perangkat lunak.

TUJUAN RPL
* Biaya Produksi Rendah
* Kinerja Tinggi
* Biaya Perawatan Rendah
* Keandalan Sistem
* Output Berdaya Guna dan Tepat Waktu

TAHAPAN UMUM RPL
1. Analisis (Analysis)
* Studi Pendahuluan
* Studi Feasibilitas
* Mengidentifikasi Permasalahan dan Kebutuhan Pemakai
* Memahami Sistem Yang Ada
* Menganalisis Hasil Penelitian
2. Perancangan (Design)
* Perancangan Awal
* Perancangan Rinci
3. Implementasi (Implementation)
4. Perawatan (Maintenance)

Dalam rekayasa ataupun pengembangan perangkat lunak terdapat :
* Metode-Metode (Methods)
Metode dapat diartikan sebagai menyediakan cara bagaimana secara teknis membangun perangkat lunak. Metode ini menyangkut serangkaian tugas yaitu :
* Perencanaan proyek dan estimasi. Contoh : PERT (Program Evaliation and Review Technique) dan CPM (Critical Path Method)
* Analisis kebutuhan sistem dan software
* Rancangan struktur data
* Arsitektur program
* Algoritma prosedur
* Pengkodean (Coding)
* Testing
* Pemeliharaan

* Alat-Alat Bantu (Tools)
Tools rekayasa perangkat lunak memberikan topangan yang otomatis ataupun semi-otomatis pada proses-proses dan metode-metode yang ada seperti Computer Aided Software Engineering (CASE) yang terdiri dari :
* Data Flow Diagram (DFD)
* Entity Relationship Diagram (ERD)
Fungsi dari CASE yaitu mengkombinasikan / menggabungkan perangkat lunak, perangkat keras dan database rekayasa perangkat lunak untuk menciptakan suatu lingkungan sistem rekayasa perangkat lunak.

* Prosedur-Prosedur (Procedures)
Prosedur merupakan penggabungan antara metode dengan alat bantu. Prosedur mendefinisikan urutan (sequence) metode yang akan digunakan oleh seorang engineer.
Ada 5 (lima) sifat kunci RPL yang berkualitas baik :
1. Perangkat Lunak harus terpelihara dalam jangka waktu yang panjang
2. Perangkat Lunak harus terpercaya
3. Perangkat Lunak harus efektif & efisien
4. Perangkat Lunak harus memberikan kemudahan
5. Perangkat Lunak harus mempunyai keamanan

METODE RPL
Metode Pembuatan/Pengembangan Software/Sistem dapat berupa :
1. Package Method
2. End User Development Method
3. Outsourcing Method

PACKAGE METHOD
Pembuat/Pengembang : Pihak Ketiga
Operator : Pemakai Software/Sistem
Faktor – faktor yang harus diperhatikan dalam memilih paket :
1. Spesifikasi kebutuhan
2. Ketersediaan paket
3. Mengevaluasi kemampuan paket

Paket yang baik adalah paket yang mampu memenuhi kebutuhan pemakai software/sistem.

Kelebihan Metode Paket :
* Biasanya kualitas paket cukup baik.
* Dapat digunakan seketika / segera.
* Harga paket biasanya relatif murah.
Kelemahan Metode Paket :
* Tidak sesuai untuk aplikasi yang unik.
* Perbaikan, modifikasi & pengembangan paket sulit dikerjakan sendiri.
* Tidak memberikan keuntungan kompetisi.

END USER DEVELOPMENT METHOD
Pembuat/Pengembang : Pemakai Software/Sistem atau Analis Sistem
Operator : Pemakai Software/Sistem

Kelebihan Metode Pengembangan oleh Pemakai :
* Menghindari permasalahan kemacetan.
* Kebutuhan akan sistem/software dapat terpenuhi dengan baik.
* Meningkatkan keterlibatan pemakai.
* Kualitas pemahaman pemakai sistem/software terhadap teknologi informasi akan meningkat.
Kelemahan Metode Pengembangan oleh Pemakai :
* Lamanya waktu pengembangan sistem/software.
* Kelemahan teknis yang dimiliki oleh pemakai sistem/software.
* Pengembangan sistem/software dapat terganggu dengan kebijakan/aturan yang sering berubah.

OUTSOURCING METHOD
Pembuat/Pengembang : Pihak Ketiga
Operator : Pemakai Software/Sistem atau Pihak Ketiga

Kelebihan :
* Biaya teknologi akan lebih murah.
* Mengurangi waktu proses.
* Jasa yang diberikan lebih berkualitas.
* Mengurangi resiko kegagalan investasi
* Perusahaan dapat fokus pada pekerjaan lain.
Kelemahan :
* Sistem/software dapat ditiru pesaing yang menjadi klien outsourcer yang sama.
* Perusahaan akan kehilangan kendali akan sistem/software.
* Perusahaan akan kehilangan keahlian akan teknologi informasi.

MANAJEMEN PROYEK
Pengertian Proyek :
* Tugas yang perlu dirumuskan untuk mencapai sasaran yang dinyatakan secara konkrit serta harus diselesaikan dalam suatu periode tertentu dengan menggunakan tenaga manusia dan alat–alat bantu yang begitu kompleks sehingga dibutuhkan pengelolaan dan kerjasama.
* Kumpulan kegiatan termasuk sumber daya dan waktu yang diperlukan, yang diorganisasikan dan bersifat sementara untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Manajemen Proyek dilaksanakan dengan tujuan :
“ Mengoptimalkan / memaksimalkan penggunaan sumber daya guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan “

Untuk mencapai tujuan tersebut, Manajemen Proyek harus dilaksanakan dengan cara :
* Adanya koordinasi horisontal antar pelaksana yang tidak terlalu birokratis.
* Adanya penanggub jawab tunggal yang berfungsi sebagai pusat informasi, integrator antar komponen yang terlibat dan sekaligus sebagai pelaksana koordinasi dengan pihak di luar proyek.
* Keterpaduan rencana dan pengendalian dengan cara pemantauan terus menerus.
* Proyek dapat diuraikan menjadi rincian kegiatan yang terstruktur.

FOKUS MANAJEMEN PROYEK
Manajemen Proyek perangkat lunak yang efektif berfokus pada 3 (tiga) P, yaitu :
* PEOPLE (manusia)
* PROBLEM (masalah)
* PROCESS (proses)