Biru Engkau……………………

Yakinku akan semua yang hadir adalah tercipta untukku, begitu pula dirimu yang telah mengisi jaringan sel hatiku. Demi impianku ku tak sadar banyak hal telah kubuang jauh, yach jauh sekali. Waktuku, pendidikanku, pekerjaanku dan keluargaku. Kau terasa begitu sempurna, mahal rasanya tuk miliki dirimu, ku pegang teguh kata seorang …. “Nilai suatu hal akan lebih mahal dan tak ternilai bila cara tuk dapatkannya sangatlah sulit”.

Hingga suatu saat kusadar akan semua yang terjadi memakan segala yang sebenarnya paling berharga. Terima kasih kau ajarkan sesuatu yang sangat berharga walau itu adalah sengat berat bagiku. Kini hadirmu terasa luar biasa bagi diri ini. Yach luar biasa berharga dari dua sisi, yakni sisi emas pengalaman yang kudapatkan dan sisi luka nan perih hingga saat ini tak mampu tuk sembuhkan sayatan sembilumu yang begitu dalam.

Maaf, takkan lagi ku harapkan sesuatu yang fana layaknya wujudmu yang nampak berharga yang ternyata luar biasa berharga. Biarlah semua kisah 8 tahun kita berakhir semu tak berbentuk. Andai kata kita memang berjodoh,…… ku harap tidak.

Advertisements

Tercipta Untukku

Jika nafas tak lagi lapang, sesak tak berdaya, hingga tak mampu tuk merayapi segala yang hadir di hadapan kita, akankah kita akan menyerah?

Cantiknya jalur lintas hidup kita adalah sebagai pengingat bahwa semua yang ada di permukaan ini adalah ciptaanNya – milikNya. Nafasmu tak pernah kau sadari, detak jantungmu pun tak terdefinisikan jumlahnya. Sudahkah kita berterimakasih KepadaNya atas nikmat yang terlampau nan terlupakan untuk disadari?

Entah mengapa saat kita lemah lunglai kita baru sadar akan arti hadirNya, Dia maha mengetahui segala yang kita butuhkan, jauh dari kita mengerti akan diri kita sendiri. Mengantuknya diri kita adalah bel untuk kita sadar akan diri kita, Gusti Allah sedang mengingatkan kita untuk kita istirahat sejenak. Panggilan lima waktuNya pun memiliki banyak sekali khasiat yang tak pernah kita pahami dengan bijak.

Resapi segala yang terjadi dan maksud dariNya. Ingat segala hal yang kita inginkan adalah sebatas kemauan pribadi yang kita perjuangkan, jalani segala yang ada sesuai dengan petunjukNya. Jangan menyerah jika kita tak mampu hadirkan yang kita harapkan, karena semua telah tersusun rapih oleh Gusti Allah.

Semua hal yang kita kecap adalah Tercipta Untukku (diri sendiri).

Biru Itu ……………….

Jika dapat kuberkaca pada masa lalu, alangkah betapa bodohnya seorang diri. Agustus 1999 ku kenal engkau, cantik serta anggun hingga tak seorang pun segan mendekatimu. Ehmmmm ku jatuh cinta? maaf. Bosan, penat, kesal hingga lelah hilang ketika berbicara denganmu. Tapi maaf! ku tak suka padamu.
2000 kukenal lebih jauh lagi, tetap maaf siapa kamu. Sombong memang diri, tapi memang demikian. Walau ku selalu coba ceriakanmu dan buatmu tertawa tetap saja tak hadirkan rasa. Hingga sebuah kasus tercipta, maafkan aku tak tahu kalau kau miliki itu. Bersalahku selalu pada dirimu.

Entah apa ini rasa yang selama ini mereka rasakan pada setiap lawan jenis? ku berfikir mungkin aku jatuh cinta. Melihatmu buatku bahagia, senang dan tenang. Imagiku selalu terbuai dengan rasa itu, diri tak lagi sama dengan masa lalu, entah ku tersangkut pada rasa yang tak dapat terdefinisikan dengan baik untukku.

Kamu memang sadar bahwa ku tak baik bagimu, terima kasih. Memang aku terlalu rusak bagimu yang seorang “Wah” tentang segalanya, tapi sadarkah kamu betapa lelahnya ku iyakan perkataanmu hingga diri menjadi “Gila”
Ku kira kusalah selama ini berfikir ku miliki rasa itu, Sadarku jauh terlambat, Sadar diri ini hanya merasa bersalah padamu atas semua yang kulakukan pada dirimu yang tek pernah berkata sesuatu mengenai deritamu. Selama ini ku hanya sebatas sayang bukan seperti yang pernah ku fikir selama 8 tahun. Yach bagiku kata Sayang lebih tepat karna ku tak kasih padamu.

Maaf tak ada kata yang dapat diperbaiki lagi, kau terlalu ……. untuk kuterima. entah sebatas dekat terlebih lebih dekat lagi. Ku harap kau secepatnya sadar akan segala yang kau lakukan pada beberapa kaumku, Bagus memang memecahkan sebuah team yang solid hingga menjadi kepingan-kepingan kecil seperti kini. Terima kasih telah ajarkan diri dan pasukanku akan makna “Pecah belah”.

Sejujurnya ku tak tega untuk tinggalkan dirimu yang tlah ditinggalkan pasukanku, tapi hingga kau sadar pun akan sulit bagi seorang tuk sembuhkan luka yang terlalu dalam. Kau pernah berkata “Gusti Allah Maha Pemaaf, kenapa kita yang manusia tak dapat saling memaafkan?” Ku harap kau sadar akan kata ini yang sering kau sebutkan.
Kau sendiri didalam keheningan itu, nikmatilah, reguklah rasa betapa nikmatnya kesendirian yang kau hadirkan dan kau ciptakan sendiri dengan segala ego milikmu.