Rabbani – Cari Pasangan

Mari-marilah
Dengarlah ini kisah silam oh kawan
Sangatlah berguna
Moga hidup aman bahagia

Di malam pertama jumpa mertua
Tersintak si jejaka di beritakan
Istrinya tidak sempurna rupa
Anggota zahirnya lumpuh semua
Tiada upaya mengurus diri

Terkejut si jejaka penuh persoalan di hatinya
Mungkinkah sudah jodoh itulah istrinya
Ibanya rasa hati
Namun tetap redha pada takdir

Asalkan punya iman itulah paling penting
Saat-sata perjumpa
Terpesona memandang
Benarkah istrinya Menawan sungguh cantik

Reff :
Cari-cari… carilah
Pasangan hidup betul-betul oh kawan
Bahagia berseri
Rumah tangga akan harmoni

Terhurai dijawablah oleh mertua
Zahirnya tak sempurna kiasan saja
Memberi makna sucinya diri
Wanita sholehah terpelihara

Terharu si jejaka tunduk bersyukur
Jangan mudah percaya harta pangkat dan rupa
Indahnya di mata berawaslah
Rasul sudah bersabda insan punya agama
Akhlaknya mulia fahamilah

http://liriknasyid.com

Advertisements

Biru Engkau……………………

Yakinku akan semua yang hadir adalah tercipta untukku, begitu pula dirimu yang telah mengisi jaringan sel hatiku. Demi impianku ku tak sadar banyak hal telah kubuang jauh, yach jauh sekali. Waktuku, pendidikanku, pekerjaanku dan keluargaku. Kau terasa begitu sempurna, mahal rasanya tuk miliki dirimu, ku pegang teguh kata seorang …. “Nilai suatu hal akan lebih mahal dan tak ternilai bila cara tuk dapatkannya sangatlah sulit”.

Hingga suatu saat kusadar akan semua yang terjadi memakan segala yang sebenarnya paling berharga. Terima kasih kau ajarkan sesuatu yang sangat berharga walau itu adalah sengat berat bagiku. Kini hadirmu terasa luar biasa bagi diri ini. Yach luar biasa berharga dari dua sisi, yakni sisi emas pengalaman yang kudapatkan dan sisi luka nan perih hingga saat ini tak mampu tuk sembuhkan sayatan sembilumu yang begitu dalam.

Maaf, takkan lagi ku harapkan sesuatu yang fana layaknya wujudmu yang nampak berharga yang ternyata luar biasa berharga. Biarlah semua kisah 8 tahun kita berakhir semu tak berbentuk. Andai kata kita memang berjodoh,…… ku harap tidak.

Tercipta Untukku

Jika nafas tak lagi lapang, sesak tak berdaya, hingga tak mampu tuk merayapi segala yang hadir di hadapan kita, akankah kita akan menyerah?

Cantiknya jalur lintas hidup kita adalah sebagai pengingat bahwa semua yang ada di permukaan ini adalah ciptaanNya – milikNya. Nafasmu tak pernah kau sadari, detak jantungmu pun tak terdefinisikan jumlahnya. Sudahkah kita berterimakasih KepadaNya atas nikmat yang terlampau nan terlupakan untuk disadari?

Entah mengapa saat kita lemah lunglai kita baru sadar akan arti hadirNya, Dia maha mengetahui segala yang kita butuhkan, jauh dari kita mengerti akan diri kita sendiri. Mengantuknya diri kita adalah bel untuk kita sadar akan diri kita, Gusti Allah sedang mengingatkan kita untuk kita istirahat sejenak. Panggilan lima waktuNya pun memiliki banyak sekali khasiat yang tak pernah kita pahami dengan bijak.

Resapi segala yang terjadi dan maksud dariNya. Ingat segala hal yang kita inginkan adalah sebatas kemauan pribadi yang kita perjuangkan, jalani segala yang ada sesuai dengan petunjukNya. Jangan menyerah jika kita tak mampu hadirkan yang kita harapkan, karena semua telah tersusun rapih oleh Gusti Allah.

Semua hal yang kita kecap adalah Tercipta Untukku (diri sendiri).