Mudik Lebaran Idul Fitri 1429

Mudik adalah salah satu adat atau kebiasaan Bangsa Indonesia, bagi umat Muslim Mudik Lebaran sangat dinanti untuk pulang ke kampung halaman ataupun kumpul bersama keluarga. Mudik dapat juga di artikan sebagai waktu untuk bersilahturahmi.

Mudik Lebaran selalu diidentikkan dengan hal yang berbau transportasi. Biasanya terjadi h-5 sebelum Hari Raya Idul Fitri tiba. dari beberapa kota besar mereka pulang ke kota kelahiran mereka sekedar ingin merayakan berlebaran bersama keluarga tercinta mereka.

Sungguh tragis beberapa kejadian yang hadir pada Mudik Lebaran Idul Fitri 1429, Dari kasus kecelakaan yang mengakibatkan korban jiwa baik anak-anak maupun orang dewasa hingga mereka yang berebutan untuk mendapatkan shadaqoh yang nilainya Rp. 30.000,-.

Totalitas untuk arus Mudik Lebaran Idul Fitri 1429 lebih baik dibandingkan tahun-tahun kemarin. kesiapan beberapa pihak yaitu kepolisian, PT.KAI, pemerintah daerah dan masyarakat yang daerahnya terlalui arus mudik cukup banyak membantu.

Ada beberapa kekurangan yang saya perhatikan dari pengamatan saya mengitari daerah Cirebon – Bandung dan Cirebon – Semarang. Arus mudik terganggu oleh beberapa pihak yaitu :
1. Angkutan Kota yang menaikan penumpang dan menurunkan penumpang di tengah jalan bukan di pinggir jalan.
2. Pedagang kagetan yang terlalu semangat menggelar dagangannya di badan jalan. Hal ini menimbulkan kemacetan yang luar biasa.
3. Beberapa Supir Bus yang terlalu agresif, entah mengejar setoran atau sekedar ingin cepat. yang menimbulkan kecelakaan. Entahlah mereka memang Kurang Ber”Sahabat”.
4. Pengendara motor yang sering menyalip kendaraan lain dengan ugal-ugalan.

Advertisements

Vitamin dan Mineral untuk cegah depresi

Makanan yang kaya akan asam lemak omega-3, seperti kacang-kacangan serta minyak ikan misalnya ikan salmon, ikan tuna, trout, dan makarel, juga dinilai bermanfaat untuk mengurangi depresi.

Penelitian Dr. Andrew Stoll pada tahun 1999 menunjukkan bahwa pasien depresi yang mengonsumsi asam lemak omega-3-secara teratur akan memiliki tingkat depresi yang lebih rendah.

Dalam penelitian yang dipublikasi pada November 2002 dilaporkan bahwa pasien depresi yang tidak mempan obat, bisa sangat berkurang gejalanya setelah mendapat asupan omega-3. Joseph Hibbeln, seorang peneliti medis senior, menemukan bahwa penduduk Finlandia yang mengonsumsi ikan laut minimal dua kali seminggu mengalami penurunan risiko depresi sebesar 50 persen.

Makan nasi juga dapat mengurangi depresi. Karbohidrat memicu lepasnya hormon insulin ke aliran darah. Hormon itu membersihkan darah dari asam amino, kecuali triptofan yang merupakan cikal bakal serotonin.

Serotonin merupakan neurotransmitter yang mampu mengurangi rasa nyeri, mengendalikan selera makan, dan memberikan rasa tenang. Serotonin banyak terdapat pada cokelat, sehingga bagi penderita depresi, cokelat merupakan pilihan yang baik.

Seiring dengan meningkatnya tuntutan hidup, khususnya bagi mereka yang tinggal di kota besar, angka depresi setiap tahun cenderung meningkat. Tentunya kita masih ingat kejadian memilukan di Kota Malang, ketika seorang ibu tega membunuh anak-anaknya yang masih kecil dengan racun dan akhirnya bunuh diri akibat depresi karena himpitan ekonomi.

Faktor risiko yang dapat mendorong seseorang melakukan bunuh diri adalah gangguan jiwa, kondisi ekonomi, pendidikan, kesehatan yang buruk, peristiwa-peristiwa yang menyebabkan stres, dan depresi.

Depresi sebagai faktor risiko bunuh diri pun harus diwaspadai. Berbagai tekanan dalam kehidupan ini, dapat menjadi pemicu depresi. Dr. Suryo Dharmono, Sp.KJ, dari Departemen Psikiatri FKUI, pernah memaparkan bahwa depresi sering dipakai secara luas untuk menggambarkan suasana serba susah, penderitaan berkepanjangan, krisis kehidupan, keterpurukan sosial, dan berbagai situasi bernuansa muram lainnya.

Gangguan Tidur

Istilah depresi dalam ilmu kesehatan jiwa digunakan untuk menggambarkan suatu kondisi gangguan jiwa yang secara klinis tampil dalam bentuk suasana perasaan murung, kehilangan gairah hidup, lesu, pesimis atau putus asa, serta kehilangan rasa percaya diri, disertai berbagai keluhan fisik atau somatis, seperti berat badan turun, disfungsi seksual, dan gangguan tidur.

Depresi dapat menyebabkan gangguan tidur karena terganggunya efektivitas kerja melatonin, yaitu substansi kimiawi yang dihasilkan oleh kelenjar otak yang mengatur jam tidur seseorang. Melatonin juga bermanfaat sebagai antioksidan yang akan menangkal serangan radikal bebas. Stres menyebabkan antioksidan melatonin tidak dapat bekerja dengan baik. Tidak mengherankan, proses penuaan dini lebih cepat mendera orang depresi.

Depresi adalah gangguan jiwa yang paling lazim dijumpai di masyarakat. Prevalensinya cukup tinggi, berkisar 5-10 persen, kejadian pada perempuan dua kali lebih banyak daripada pria. Kelompok remaja dan usia lanjut lebih rentan menderita depresi.

Survei Badan Kesehatan Dunia (WHO) di 14 negara (1990) memperlihatkan bahwa depresi merupakan masalah kesehatan yang mengakibatkan beban sosial nomor empat terbesar di dunia. Prediksi WHO tentang penderita depresi penduduk dunia dalam dua dekade mendatang lebih dari 300 juta orang. Pada tahun 2020 depresi akan menempati masalah kesehatan nomor dua terbesar di dunia setelah penyakit kardiovaskular.

Berdasarkan fakta tersebut, depresi harus mendapatkan perhatian serius. Kita harus bisa membedakan orang yang mengalami depresi ringan dan berat. Dr. Irmansyah, Sp.KJ, dari Departemen Psikiatri FKUI menyatakan bahwa orang dengan depresi ringan masih tetap bisa bekerja.

Namun, jika orang tersebut menderita depresi berat, biasanya ia lebih senang mengurung diri, tidak bisa bekerja atau sekolah, tidak bisa makan, tidak melakukan aktivitas apa-apa, bahkan timbul gejala psikotik seperti suara-suara yang menjelekkan dirinya.

Bunuh diri dan depresi bahkan dapat dialami oleh anak-anak SD. Tuntutan sekolah yang demikian tinggi dan keluarga yang berantakan, seringkali menjadi pemicunya. Dari penelitian yang dilakukan terhadap 39.000 orang, ditemukan bahwa kemurungan, kelesuan yang melumpuhkan, rasa ditolak, keputusasaan, dan keinginan bunuh diri, belakangan ini dialami masyarakat pada rentang usia yang semakin muda.

Pasuruan Amal berdarah

Entah berpola fikir apa yang hadir pada bangsa ini. 21 orang meninggal hanya karena memperebutkan Rp. 30.000,00 ini pun berita terakhir yang didapatkan. Masih banyak yang mengalami luka-luka serius.

Sebagai umat Muslim, Crew3utama merasa kecewa dengan hadirnya berita yang sangat memilukan ini. Dibulan yang penuh barokah ini ternyata di nodai dengan kehadiran sebuah berita tragis.

Memang jika ingin menyalahkan siapa yang bertanggung jawab atas kejadian ini adalah semua pihak. Tokoh utamanya yang pasti adalah sang pemberi shadaqoh itu sendiri berikut panitia pembagiannya. Indonesia memiliki Pelayan Masyarakat (Polisi) yang dapat membantupun tidak dilibatkan.

Indonesia sebenarnya sungguh mengerti ada yang dapat membantu dalam penyaluran minat amal ataupun penyaluran zakat. BAZIS (Badan Amil Zakat Infaq dan Shadaqoh) telah berdiri lama di Republik ini. Tetapi jarang sekali para dermawan yang menggunakannya sebagai penyalur Zakat, Infaq dan Shadaqohnya.
Memberikan langsung kepada yang berhak memang baik akan tetapi alangkah lebih baiknya jika tidak menimbulkan korban pada yang menerimanya.
Mereka datang untuk harapan yang baik bukan melainkan meregang nyawa saat berebutan harta yang tidak seberapa jika dibandingkan dengan nyawa.
Hal ini dapat diambil kesimpulan dari seorang yang lugu sekalipun adalah Riya. Yaitu pamer akan tindakan yang baik agar dapat dipandang sebagai nilai tambah untuk sang Pendermanya.